Golkar NTT tak Bisa Anulir Pemberhentian Gidion

Melkianus Laka Lena (NET)

Partai Politik
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Kupang, 12/1  - Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkianus Laka Lena menegaskan, tidak bisa menganulir keputusan pemberhentian Gidion Mbiliyora sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumba Timur.

"Proses pelaksana tugas tetap jalan seperti biasa, dan reaksi atas putusan DPD Partai Golkar NTT tetap tidak menghalangi proses PLT di daerah itu," kata Melkianus Laka Lena  di Kupang, Sabtu (12/1/2019).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan reaksi atas pemberhentian terhadap Ketua dan Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumba Timur, dan kemungkinan DPD Golkar NTT menganulir putusan.

Para kader dan simpatisan Partai Golkar tidak mau menerima tindakan pemecatan yang dilakukan oleh DPD I Partai Golkar NTT terhadap Gidion Mbilijora sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumba Timur. Mereka kemudian menggelar aksi dan membakar baliho Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melkianus Laka Lena.

Dia mengatakan, Partai Golkar Sumba Timur tetap dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), karena itu, keputusan DPD I Partai Golkar NTT tidak bisa dianulir.

"Proses pergantian Ketua Gidion Mbilijora dan Sekretaris Robert Riwu telah ditetapkan dalam SK, sehingga tetap dijalankan," katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat, Plt Ketua dan Sekretaris Partai Golkar Sumba Timur akan turun ke Sumba Timur untuk menjalankan tugas, kewajiban dan wewenang.

"Apapun yang terjadi, proses organisasi di Sumba Timur tetap jalan dan tidak vakum. Kita tetap upayakan agar proses organisasi di wilayah itu tetap berjalan sebagaimana mestinya," katanya.

Dia menambahkan, dalam 30 hari ini, Gidion Mbiliyora yang juga Bupati Sumba Timur itu, akan di undang ke DPD Partai Golkar NTT untuk memberikan klarifikasi.

"Kalau pak Gidion, sesuai mekanisme dan aturan partai akan diundang ke DPD NTT untuk memberi klarifikasi terkait berbagai catatan yang sudah dicantumkan dalam alasan pemberhentian yang termuat dalam SK pemberhentian sementara," kata Melkianus Laka Lena. ***