19
Kam, Sep
124 New Articles

Jangan Hanya Sibuk Amankan Kekuasaan, DPP Golkar Harus Tetapkan Target Pilkada 2020

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Partai Politik
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 11/8 -- Partai Golkar harus segera merumuskan strategi pemenangan dan target yang ingin dicapai pada Pilkada 2020. Strategi dan target itu bisa dirumuskan dan ditetapkan jika Partai Golkar segera melakukan konsolidasi. Maka, dalam beberapa bulan ke depan, DPP Partai Golkar jangan sampai terjebak pada kesibukan mempertahankan kekuasaan saja dengan berbagai cara.

"Golkar harus berani berambisi meraih kemenangan besar, dan kemampuan untuk mewujudkan ambisi besar itu bisa diuji pada perhelatan Pilkada 2020," kata
Wakil Ketua Koordinator Bidang
Pratama DPP Partai Golkar 2017-2019, Bambang Soesatyo, dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Menuju Pilkada nanti, jelas Bamsoet, waktu yang dibutuhkan untuk merumuskan strategi tidak banyak lagi. Bahkan durasi waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan Pilkada 2020 dilaksanakan pada pekan keempat bulan September tahun mendatang. 

Sayangnya, menurut Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini, hari-hari ini target yang ingin dicapai Partai Golkar pada Pilkada itu praktis belum menjadi kepedulian semua elemen partai. 

"Sebab, sekarang ini, DPP khususnya semua orang-orang dekat Ketua Umum Partai Golkar memanfaatkan seluruh waktu, tenaga serta dengan berbagai cara hanya untuk mempertahankan pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) agar terjadi pada bulan Desember 2019," tambahnya.

Karena itu, DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Golkar perlu diingatkan agar tidak melulu hanya fokus pada upaya-upaya mempertahankan diri dengan berbagai cara. DPP Golkar harus mampu mengelola waktu dengan efektif. Harus ada alokasi waktu untuk memperkuat sinergi dengan semua daerah. Sebab, mau tak mau, DPP Golkar harus segera mengajak dan menggerakan kepedulian semua pengurus dan simpatisan di daerah terhadap Pilkada 2020. 

Sekali lagi,  sebut politisi senior Partai Golkar ini, DPP Golkar jangan sampai terjebak pada semata-mata kesibukan mempertahankan kekuasaan. "Perilaku DPP seperti itu tidak akan produktif. Mempertahankan kekuasaan penting, tetapi meraih hasil maksimal di Pilkada 2020 pun jauh lebih penting," imbuh Bamsoet mengingatkan.

Sayangnya, sebutnya lagi, aktivitas DPP Golkar belakangan ini benar-benar memprihatinkan. Bahkan juga membahayakan masa depan Partai, karena kurangnya kepedulian DPP untuk menggerakkan mesin partai. Alih-alih memperkokoh soliditas semua DPD,  aktivitas DPP Partai Golkar justru kontraproduktif. 

Soliditas DPD partai dibelah dan diacak-acak untuk kepentingan menghitung suara dalam pemilihan ketua umum di forum Munas nanti. Pengurus DPD yang menolak mendukung Airlangga dipecat. Apa pun alasan dan tujuannya, perlakuan tidak fair dan tidak demokratis terhadap pengurus DPD akan memperlemah kinerja mesin partai di daerah. 

"Baik untuk kepentingan Pilkada 2020 maupun pelaksanaan Munas, seluruh elemen Partai Golkar harus segera dikonsolidasi. Konsolidasi itu harus diprakarsai DPP. Jangan sampai semua elemen partai mengambil posisi dan sikap pasif dalam hal-hal strategis namun agresif dalam hal mempertahankan kekuasaan," demikian Bamsoet yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR tersebut. ***