21
Sen, Okt
107 New Articles

Syamsul Rizal : Pesan Pak Jokowi dan Pak JK Tidak Diindahkan oleh Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

Partai Politik
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 11/7-- Bukanlah sesuatu yang luar biasa dalam sebuah kontestasi politik apalagi soal suksesi atau pergantian kepemimpinan partai politik. "Saya katakan bukan hal yang luar biasa karena jabatan politik (ketua umum) jelas dicantumkan dalam AD-ART bahwa Munas itu dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan kebetulan periodesasi kepemimpinan golkar memang berakhir ditahun 2019 ini," kata fungsionaris Partai Golkar, Syamsul Rizal dalam penegasannya di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Menurut Syamsul, menjelang Munas seperti ini harusnya DPP PG di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto mampu menciptakan isu-isu produktif yang bertujuan untuk membesarkan partai, memenej konflik , dan perbedaan pandangan menjadi sebuah produk politik yang produktif bagi kedewasaan politik kader maupun Partai Golkar. Bukan kemudian menerapkan gaya kepemimpinan yang otoritarian dengan mem+ plt-kan DPD II yang barusan berjuang dalam Pemilu. Apalagi para DPD II inikan sudah membantu kinerja Airlangga secara maksimal. 

"Airlangga lupa bahwa perilaku melakukan plt DPD II pendukung Bamsoet secara tidak langsung kepemimpinannya gagal dan telah melakukan kegaduhan politik yang akan berdampak pada dinamika politik nasional. Artinya secara tidak langsung juga Airlangga melakukan pembangkangan terhadap pesan atau amanat Pak Jokowi dan Pak JK tentang  Munas ini dikembalikan ke internal PG dan jangan gaduh," tambahnya.

Diungkapkan, "Saya tahu yang berkeinginan mem-plt- kan DPD II ini bukan Mas Airlangga sebagai Ketum tetapi orang sekitarnya yang memberikan advis, tetapi apa pun Mas Airlangga bertanggung jawab secara kelembagaan dan yang rusak pasti nama Mas Airlangga."

 Untuk itu agar kompetisi ini bisa berjalan secara bertahap, tambahnya, "Maka saya berpendapat agar Ketua DPD II yang sudah berjuang membantu Mas Airlangga dalam Pemilu 2019 ini segara dikembalikan hak-hak mereka sebagai Ketua DPD II, jika tidak maka suhu kegaduhan politik ini akan memuncak dan saya pastikan Pak Jokowi dan Pak JK akan terganggu karena saya yakin dan percaya Pak Jokowi dan Pak JK saat ini juga lagi fokus menjaga kondisi politik nasional agar semua konflik maupun kesenjangan sosial yang terjadi akibat Pilpres kemarin segera berakhir."