21
Sen, Okt
107 New Articles

Akar Muda Beringin: Evaluasi Kinerja DPD Partai Golkar DKI Jakarta

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Partai Politik
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 6/7 -- Akar Muda Beringin (AMB) yang diisi kader muda Partai Golkar mengkritik tajam kinerja mesin politik DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang pada Pemilu 2019 lalu gagal menunjukan perfoma. Sebagai barometer politik nasional, Partai Golkar di DKI Jakarta bahkan dipecundangi partai politik yang baru berdiri.

"Di Pileg DPRD DKI saja, Partai Golkar hanya mampu berada di posisi ke-9 dengan perolehan suara 300.246 hanya dapat 6 kursi dari sebelumnya 9 kursi, padahal targetnya 22 kursi. Kalah jauh dibanding PDI-P dengan 1,3 juta suara yang dapat 25 kursi. Bahkan kalah dari PSI yang berada di posisi ke-4 setelah PDI-P, Gerindra, PKS, dengan perolehan 404.508 suara untuk 8 kursi. Ini sungguh mengecewakan," ujar Ketua Akar Beringin Benny Edysaputra Sijabat saat bertemu Ketua DPR RI yang juga Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Jumat (5/7/2019). 

Tak hanya itu, AMB menambahkan, di Pileg DPR RI Partai Golkar juga gagal total. Hanya mampu berada di posisi ke-7 dengan perolehan suara 322.764. Karena itu, AMB mendesak untuk segera dilakukan evaluasi terhadap mesin kerja Partai Golkar DKI Jakarta maupun secara nasional.

"Nasib Partai Golkar tingkat nasional juga sebelas duabelas dengan DKI Jakarta. Kehilangan sekitar 1,2 juta suara dan 6 kursi DPR RI membuat Partai Golkar bukan hanya berada di persimpangan jalan. Melainkan sudah berada di pinggir jurang," tutur Benny.

Menanggapi berbagai aspirasi dari AMB, sebagai senior dengan jam terbang yang tinggi di Partai Golkar, Bamsoet menyampaikan bahwa evaluasi adalah hal biasa yang dilakukan oleh setiap organisasi. Usulan dari berbagai kader untuk meminta evaluasi dinilai hal yang wajar, bukan hal yang mengerikan atau harus ditakutkan.

"Evaluasi dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk peningkatan kinerja agar ke depannya kejadian serupa tak terulang. Justru aneh jika ada organisasi yang pengurusnya tidak berani melakukan evaluasi. Apalagi untuk organisasi sebesar Partai Golkar, evaluasi adalah hal yang sangat biasa sekali," jelas Bamsoet.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini yakin, permintaan evaluasi dari berbagai kader Partai Golkar semata karena rasa cinta mereka yang begitu besar kepada partai. Bukan karena ingin membuat kegaduhan apalagi memecah belah partai.

"Niat baik para kader tersebut juga harus disambut baik oleh DPP. Sehingga komunikasi antara DPP dengan kader tidak putus. Toh kita semua bernaung dalam rumah yang sama, Partai Golkar. Karena berada dalam satu rumah, sangat wajar jika ada beberapa permintaan yang perlu segera disikapi, sehingga kader tidak merasa dianaktirikan," pungkas Bamsoet. ***