21
Sen, Okt
107 New Articles

Wanbin Partai Golkar: Evaluasi Menyeluruh dan Segerakan Rapat Pleno Persiapan Rapimnas 2019

Ketuan Wanbin PG Aburizal Bakrie (NET)

Partai Politik
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 4/7 -- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar (Wanbin PG) Aburizal Bakrie (Ical) mendorong DPP Partai Golkar melakukan evaluasi menyeluruh, dan menyelenggarakan segera Rapat Pleno untuk menentukan jadwal Rapimnas 2019. Poin penting ini tertuang dalam surat Wanbin Partai Golkar yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, tertanggal 25 Juni 2019.

"Berdasarkan  rapat Dewan Pembina Partai Golkar tanggal 18 Juni 2019, merujuk pada AD/ART Partai Golkar, kami sampaikan pengarahan, petunjuk, pertimbangan, saran, dan nasehat Dewan Pembina Partai Golkar kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar," bunyi surat tersebut, yang salinannya diterima redaksi, Kamis (4/7/2019).

Dalam dua halaman lampirannya, disinggung posisi Partai Golkar pada kontestasi Pemilu 2019, sebagai pemenang nomor dua berdasarkan perolehan  kursi DPR RI sebanyak 85 kursi. "Dibandingkan dengan perperolehan hasil Pemilu 2014 sebanyak 91 kursi, terjadi penurunan perolehan dan juga di bawah target yang ditetapkan untuk Pemilu 2019, yaitu 110 kursi," tulis Wanbin PG  pada paragraf pertama lampiran surat tersebut, yang bertajuk "Arahan, Petunjuk, Pertimbangan, Saran, dan Nasehat Dewan Pembina Partai Golkar".

Wanbin PG berpendapat, meskipun kita bisa merasa lega karena mendapatkan kursi DPR RI kedua terbesar di saat situasi partai sulit dan kurang menggembirakan, akan tetapi DPP PG tetap selayaknya melakukan evaluasi menyeluruh dan obyektif, terhadap penurunan jumlah kursi legislatif di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota. "Apalagi dengan perolehan yang jauh dari target yang diharapkan, sehingga menjadi bahan pembenahan partai, dan juga sebagai masukan dalam pelaksanaan Sukses Pilkada 2020 dan Sukses Pemilu 2024," tulis Wanbin PG.

Pada butir 2 arahan tersebut,  Wanbin PG menyebut, hendaknya hal yang diungkapkan di atas merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban dan menjadi bahan penilaian kinerja DPP-PG dalam Rapimnas PG 2019. "Dengan demikian tidak ada polemik terbuka antara sesama kader dan unsur keluarga besar PG yang berpotensi menimbulkan kegaduhan yang merugikan partai," tulis Wanbin PG.

Butir 3 arahan tersebut, Wanbin PG menyarankan kepada DPP PG agar segera melakukan Rapat Pleno, untuk persiapan dan menetapkan jadwal Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), dalam rangka konsolidasi PG pasca Pemilu 2019, sekaligus melakukan persiapan dan menetapka tanggal Rapimnas pada akhir 2019 mendatang.

Tiga butir arahan lainnya, masing-masing merupakan masukan Wanbin PG, agar Rapimnas jadi momentum mengembalikan jatidiri PG yang terbuka, moderat, demokratis, solid, mengakar, responsif, majemuk, dan egaliter. "Rapimnas 2019 terbuka bagi setiap kader PG yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk maju menjadi Caketum PG, agar terjadi persaingan yang sehat dan demokratis," demikian bunyi butir lima arahan.

Wanbin PG menutup arahannya, dengan menyinggung posisi PG sebagai pendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, kemudian mencalonkan pasangan Jokowi-Maruf Amin. "Dengan posisi politik PG, PG hendaknya menghindari ketergantungan pada kekuasaan, merespon secara kritis kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak," demikian Wanbin PG dalam arahannya untuk DPP PG. ***