Kim Jong-un Siap Bertemu Lagi dengan Trump

Donald Trump (NET)

Asia
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Seoul 2/1 - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengatakan, Selasa (1/1/2018), dirinya siap bertemu kembali kapan pun dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mewujudkan tujuan bersama menyangkut penghapusan senjata nuklir di Semenanjung Korea.


Namun, Kim memperingatkan ia mungkin akan mengambil langkah lain jika AS terus menerapkan sanksi dan tekanan terhadap negaranya.

Dalam pidato menyambut Tahun Baru yang disiarkan televisi secara nasional, Kim mengatakan denuklirisasi merupakan "kemauannya yang tegas" dan Korea Utara telah "menyatakan di dalam dan luar negeri bahwa kita tidak akan lagi membuat dan menguji coba senjata nuklir ataupun menggunakan dan mengembangkannya."

Kim menambahkan bahwa Pyongyang sudah "mengambil berbagai langkah nyata" dan jika Washington menanggapi dengan "langkah-langkah yang bisa dipercaya serta menyesuaikannya dengan tindakan nyata .. hubungan bilateral akan cepat berkembang dengan baik."

"Saya selalu siap duduk bersama dengan presiden AS kapan pun nanti, dan akan bekerja keras untuk membuat hasil yang diterima oleh masyarakat internasional tanpa ada kegagalan," kata Kim.

Namun, Kim memperingatkan bahwa Korea Utara kemungkinan akan "terpaksa mempertimbangkan langkah baru" melindungi kedaulatannya jika Amerika Serikat "berupaya memaksakan kehendak secara sepihak terhadap kita ... dan tidak mengubah sikap soal tekanan dan sanksi-sanksi yang diterapkannya."

Tidak jelas apa yang dimaksud Kim dengan "langkah baru," namun pernyataannya kemungkinan meningkatkan keraguan soal apakah Korea Utara berniat menghentikan program senjata nuklir, yang telah sekian lama dianggapnya sebagai program sangat penting bagi keamanan negaranya.

Ketika menanggapi kabar tersebut, Trump menulis di Twitter, "Saya juga menantikan pertemuan dengan Ketua Kim, yang dengan baik merealisasikan bahwa Korea Utara memiliki potensi ekonomi besar!"

Dalam pertemuan bersejarah mereka di Singapura pada Juni tahun lalu, Kim dan Trump menyatakan tekad untuk menjalankan langkah menuju penghapusan senjata nuklir serta membangun perdamaian "yang abadi dan stabil". Namun sejauh ini, tekad keduanya itu belum menghasilkan kemajuan besar. ****