Kemenlu agar Memastikan Nasib WNI yang Diculik Abu Sayyaf

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Asia
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 22/2 -- Dua WNI asal Wakatobi, Sulawesi Utara yang diculik oleh kelompok bersenjata Filipina Selatan Abu Sayyaf, saat sedang melaut di perairan Sabah, Malaysia, dan meminta uang tebusan sebesar Rp 10 miliar. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Filipina untuk memastikan kondisi dua WNI yang disandera serta mengupayakan pembebasan dan pemulangan WNI yang disandera.

 

"Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR agar  melakukan pembicaran bilateral dengan Parlemen Filipina guna mencari solusi terhadap pembebasan dan pemulangan kedua nelayan tersebut," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (22/2/2019).


Panglima TNI juga didorong agar lebih aktif menjaga keamanan perairan laut terutama di perbatasan antar negara dengan bekerja sama dengan Malaysia, dan Philippines (Trilateral Maritime Patrol Indomalphi) untuk melakukan patroli di wilayah perbatasan tersebut, terutama wilayah-wilayah yang rawan kejahatan guna meminimalisir terjadinya tindak kejahatan terhadap WNI, mengingat penculikan WNI di perairan Sabah oleh Kelompok Abu Sayyaf sudah terjadi berulang kali.

"Mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk sementara tidak melakukan aktivitas/melaut di perairan tersebut hingga situasi keamanan di wilayah tersebut kondusif dan diperolehnya jaminan keamanan dari otoritas setempat, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," demikian Ketua DPR. ***