02
Kam, Jul
175 New Articles

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta 10/6 --- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong para eksportir dalam negeri berkoordinasi dengan kementerian perdagangan untuk segera menanggapi tuduhan dumping dari sembilan negara mitra dagang Indonesia. Para eksportir yang lazimnya memiliki detil data terkait harga dari setiap produk ekspor yang dituduhkan dumping bisa mementahkan tuduhan itu. 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta 2/6--- Kasus Warga Negara Indonesia (WNI) positif Covid-19 di luar negeri bertambah menjadi 978 orang. Data per tanggal 2 Juni tercatat 523 WNI dinyatakan sembuh dan 55 orang meninggal dunia, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
mendorong Pemerintah (Kementerian Luar Negeri) berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri dan otoritas negeri/teritori negara setempat guna memastikan semua WNI yang terpapar Covid-19 mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai peraturan setempat.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta 20/4 --  Bertambahnya jumlah Warga Negara Indonesia/WNI yang positif virus corona di luar negeri, yaitu saat ini dengan total jumlah 470 orang, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung seluruh langkah strategis Pemerintah untuk secara cepat dalam melindungi semua WNI yang ada di luar negeri, karena terdapat potensi WNI tersebut tidak mendapatkan akses penghidupan yang layak di negara lain.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta 20/3--- Sehubungan adanya saran dari Serikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi) kepada Pemerintah untuk menunda segala bentuk transaksi dengan Arab Saudi, Ketua MPR RI mendukung saran yang disampaikan oleh Sapuhi tersebut, mengingat belum adanya kepastian dari Pemerintah Arab Saudi untuk tidak menutup penyelengaraan ibadah haji tahun 2020, sehingga dapat memberi ketenangan bagi calon jemaah haji Indonesia.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta 10/5--- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyesalkan lamban dan minimalisnya sikap Kementerian Luar Negeri RI dalam merespons peristiwa kematian anak buah kapal (ABK) asal Indonesia akibat tindakan eksploitasi oleh pemilik Kapal penangkap Ikan Long Xing 629 dari Tiongkok. Tak hanya minimalis, Kemenlu RI juga tidak responsif mengurusi aspek administratif bagi para ABK yang meninggal itu. 

Artikel Selanjutnya...