17
Sab, Apr
267 New Articles

Indeks Keyakinan Konsumen di Masa Pandemi Meningkat, Rerie: Upaya Pemulihan Ekonomi harus Konsisten dan Berkelanjutan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Ekonomi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 18/3 -- Upaya pemulihan ekonomi nasional harus konsisten dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi. Wakil Ketua MPR RI  Lestari Moerdijat mengatakan itu terkait dengan hasil survey Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) saat ini berada pada level 85,8, atau sedikit meningkat jika dibandingkan dengan Januari lalu di angka 84,9.

"Tentu ini kabar gembira bila hasil survey Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat menunjukan adanya peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen di masa pandemi Covid-19," kata Rerie,  dalam keterangan tertulis di Jakarta,  Kamis (18/3/2021).

IKK meningkat seiring persepsi yang positif terhadap kondisi ekonomi saat ini. Selain itu juga terkait dengan ketersediaan lapangan kerja, pendapatan, dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Menurut Lestari, geliat pemulihan ekonomi mulai tampak brrsamaan dengan berjalannya proses vaksinasi Covid-19. Kondisi ini, Rerie, merupakan tren positif yang harus dijaga bersama agar tidak berbalik menjadi negatif.

Hal itu, lanjutnya,  tidak terlepas dari peran dan perilaku masyarakat dalam upaya penanggulangan pandemi serta berbagai kebijakan yang menstimulasi pemulihan ekonomi.

Menurut dia, kepatuhan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan harus menjadi kesadaran kolektif,  karena hal itu merupakan kunci penanggulangan penyebaran virus korona.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mengingatkan agar program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19  segera disalurkan sesuai rencana. Antara lain, bantuan yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos), yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Penyaluran bansos secara tepat orang, tepat jumlah, dan tepat waktu, tegas Rerie, akan sangat membantu masyarakat, terutama memasuki bulan puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Rerie, bantuan-bantuan tersebut harus cepat sampai kepada masyarakat (penerima) guna menstimulus daya beli serta mendorong upaya pemulihan ekonomi.*