19
Kam, Sep
124 New Articles

Ketua DPR Dukung Program B20 di Sektor Usaha, Transportasi dan Pelayanan Umum

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN DPR RI)

Pertambangan & Energi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 17/1 -- Neraca perdagangan Indonesia pada 2018 mengalami desifit sebesar Rp  8,57 miliar dolar AS, berdasarkan data Badan Pusat Statistik/BPS. Menurut catatan BPS, jumlah defisit itu merupakan yang terbesar sejak tahun 1975 dan penyebab utama defisit berasal dari impor migas sebesar Rp12,4 miliar dolar AS.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung program Pemerintah yang mewajibkan pencampuran 20% Biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis Solar (B20) pada sektor usaha, transportasi dan pelayanan umum.

"Pemerintah agar melakukan revitalisasi industri manufaktur, khususnya industri pengolahan minyak mentah untuk menghasilkan bahan siap pakai, seperti bahan bakar minyak (BBM), sehingga dapat menekan impor migas yang menjadi penyebab utama defisit," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta,  Kamis (17/1/2019).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar menyiapkan langkah-langkah strategis untuk tahun 2019 guna meningkatkan jumlah ekspor non-migas dan menekan jumlah impor migas.

"Kemenperin dan Kemendag agar melakukan strategi dengan memperluas tujuan ekspor non-migas yang sebelumnya ke Eropa menjadi ke negara Afrika dan Timur Tengah, untuk menghadapi dampak  ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China," tambahnya.

Ketua DPR juga mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas hasil produksi agar dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri. ***