07
Sab, Des
108 New Articles

Paparkan Data Produksi Jagung untuk Memastikan Apakah Perlu Impor atau Tidak

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Perdagangan
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 23/8-- Terkait dengan rencana impor jagung oleh Kementerian Perdagangan guna mengantisipasi kenaikan harga dan produksi jagung nasional yang menurun akibat kemarau, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo
mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memaparkan data produksi jagung nasional di tahun 2019 dan mengkaji dampak musim kemarau terhadap produksi jagung nasional guna mengetahui apakah diperlukan impor jagung atau tidak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jagung nasional.


"Kementerian Perdagangan agar  terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam hal rencana impor bahan pangan, sehingga setiap kebijakan impor yang dibuat tidak akan mengganggu serapan bahan pangan yang dihasilkan petani lokal," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Pemerintah agar  menjaga harga jagung tetap stabil di pasaran sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 58 tahun 2018 yang menetapkan harga jagung Rp. 4000 per kg di tingkat pabrik, agar masyarakat tidak resah, terutama terhadap pakan ternak yang berimplikasi terhadap harga telur dan daging ayam

 Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk terus mengembangkan bibit jagung unggulan sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi jagung dengan kualitas terbaik, demikian Ketua DPR.***