Lakukan Upaya Menurunkan Tarif Bea Masuk untuk Barang Jadi di Negara Tujuan Ekspor

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Perdagangan
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 10/7---  Perlu kebijakan terpadu yang dapat mendorong ekspor sebagai salah satu upaya mengatasi defisit neraca perdagangan (dalam periode Januari-Mei 2019 defisit US$2,14 miliar). 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk melakukan upaya yang dapat menurunkan tarif bea masuk untuk barang jadi di negara tujuan ekspor, terutama untuk produk kreatif, mengingat banyak barang-barang yang sudah sampai di luar negeri dikenakan pajak yang dibebankan kepada pembeli, sehingga dapat mengurangi daya saing produk nasional.

"Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar memberikan sosialisasi dan bimbingan kepada para pengusaha atau pelaku UMKM untuk  terus dapat berinovasi menghasilkan komoditas atau produk bernilai tambah yang berorientasi ekspor," kata Bamsoet dalam  pernyataan di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

 Kemenkop UKM agar meminta dan memberikan dukungan kepada seluruh pelaku UMKM agar dapat mengembangkan bisnis serta memperluas pasar hingga ke mancanegara

Kemenkop UKM bersama Bank Indonesia (BI) agar memfasilitasi pelaku UMKM dalam memasarkan dan mensosialisasikan komoditas atau produk mereka kepada masyarakat, seperti dengan mengadakan bazaar UMKM secara rutin yang dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan, marketplace, hingga importir dari luar negeri, serta melakukan pameran (ekspo), baik dalam negeri maupun luar negeri, sebagai ajang promosi hasil produksi UMKM guna meningkatkan pemasarannya.

Kemenperin bersama Kemenkop UKM untuk dapat melakukan upaya-upaya yang dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam pengelolaan komoditas atau produk UMKM, sehingga komoditas atau produk UMKM dapat berkembang dengan baik dan dapat meningkatkan devisa negara, demikian Ketua DPR. ***