19
Kam, Sep
124 New Articles

Ketua DPR Dorong Kemendag Perbaiki Tata Kelola Ekspor

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN DPR RI)

Perdagangan
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 16/5 -- Terkait defisit neraca perdagangan sebesar US$2.5 miliar yang disebabkan karena ekspor mengalami kontraksi (pemendekan/pelemahan) lebih dalam daripada impor, sehingga berpotensi menimbulkan risiko yang cukup tinggi bagi ekonomi Indonesia, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperbaiki tata kelola ekspor, baik dari tata kelola kualitas maupun kuantitas, terutama dalam momen menjelang Lebaran.

"Pemerintah agar mengkaji dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai menghambat laju perekonomian dan menjadi pemicu defisit neraca perdagangan, mengingat defisit tersebut berpotensi berdampak negatif pada sektor perekonomian Indonesia," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Ketua DPR juga mendorong Pemerintah untuk dapat meningkatkan jumlah ekspor, terutama ekspor non-migas dari hasil industri dan diversifikasi (penganekaragaman produk) ke negara-negara tujuan ekspor.

Pemerintah agar dapat melakukan upaya-upaya yang dapat meminimalisir impor, terutama impor migas dan bahan baku, serta menemukan bahan substitusi (pengganti) yang berasal dari dalam negeri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar memberikan bantuan teknis kepada para pelaku usaha, agar barang yang diproduksi memiliki nilai ekspor, baik dari kualitas maupun kuantitas, dan memberikan jalan bagi pelaku usaha untuk dapat mengekspor produknya.

"Mendorong Kemendag untuk dapat melakukan pengembangan diplomasi perdagangan bilateral dan multilateral yang bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk Indonesia hingga ke kancah internasional," demikian Ketua DPR. **