21
Sen, Okt
107 New Articles

Ketua DPR Dorong Kemenkeu Kaji Secara Matang Kenaikan Tarif Cukai Rokok 23%

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Industri
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 18/9 -- Tarif cukai rokok dinaikkan sebesar 23% dan harga jual ecerah (HJE) sebesar 35% yang akan berlaku mulai 1 Januari 2020, berakibat dapat menurunkan produksi dan dinilai berpotensi mengancam lapangan pekerjaan dan semakin maraknya peredaran rokok ilegal.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kemenkeu untuk mengkaji secara matang dan adil mengenai rencana untuk menaikkan tarif cukai rokok, mengingat kenaikan tarif akan memberikan dampak kepada industri rokok dalam sisi produksi dan tenaga kerja, dan berdampak pada menurunnya penyerapan tembakau produksi nasional.

"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI dalam meningkatkan pengawasan terhadap implementasi kenaikan cukai rokok yang berpotensi meningkatnya peredaran rokok ilegal yang tidak menyertakan pita cukai ataupun pemalsuan pita cukai rokok sehingga dapat merugikan negara," kata Bamsoet dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia untuk menyiapkan langkah antisipasi terjadinya inflasi dan potensi adanya peningkatan angka kemiskinan akibat kenaikan tarif cukai rokok dan HJE rokok.

"Kementerian Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Daerah menyiapkan langkah antisipasi dampak kenaikan cukai rokok terhadap para pekerja buruh dan petani, mengingat kenaikan tarif cukai ini berpotensi merumahkan buruh pabrik rokok dan menurunkan penyerapan tembakau milik petani," demikian Ketua DPR. ***