19
Kam, Sep
124 New Articles

Kuota Sisa Impor Garam Industri Minta Segera Direalisasikan, Ketua DPR: Pastikan Peruntukannya

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Industri
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 21/8-- Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) meminta pemerintah untuk segera merealisasikan impor garam industri yang masih tersisa 1,1 juta ton dari kuota impor garam industri di tahun 2019 sebesar 2,7 juta ton.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengkaji rencana merealisasikan impor garam industri mengingat garam industri menjadi bahan baku bagi industri pengolah makanan dan berpotensi dapat mengancam proses produksi jika tidak terpenuhi.

"Kemendag bersama Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) agar memastikan apabila impor garam direalisasikan harus sesuai peruntukannya yaitu memenuhi kebutuhan industri pengolah makanan dan tidak akan merembes ke pasar untuk dikonsumsi oleh masyarakat," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (22/8/2019).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Perikanan dan Kelautan agar memberikan bimbingan teknis dan penyuluhanb tata kelola tambak kepada petambak garam yang disertai dengan pemberian bantuan alat berteknologi tinggi untuk memproduksi garam dan pendampingan kepada petambak garam, sehingga dapat membantu petambak dalam meningkatkan kualitas garam sesuai dengan standar garam industri.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) agar mengembangkan bibit garam kualitas terbaik yang mampu menghasilkan garam kualitas terbaik dalam jumlah yang besar.

"Mendorong Kementerian Perindustrian meminta industri agar tetap menyerap garam produksi petambak, guna memastikan harga garam lokal tidak anjlok saat impor garam direalisasikan," demikian Ketua DPR. ***