Kaji dan Evaluasi Efektivitas Larangan Ekspor Rotan Setengah Jadi

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (BIRO PEMBERITAAN PARLEMEN DPR RI)

Industri
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Jakarta 12/3 -- Pemerintah menerapkan kebijakan pemerintah yang melarangekspor rotan mentah dan setengah, sebagaimana  yang tercantum pada Peraturan Menteri Perdagangan No. 35 tahun 2011 dan dipertegas melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 44 tahun 2012, mengakibatkan turunnya harga rotan dan kurangnya ekspor sehingga banyak kebun rotan yang diganti menjadi kebun sawit.


Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan kajian dan evaluasi terhadap efektivitas Permendag yang mengatur larangan ekspor rotan setengah jadi yang banyak dikeluhkan oleh penghasil rotan, mengingat peraturan tersebut membuat industri rotan terpuruk.

"Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk melakukan bimbingan teknis, pelatihan, dan pendampingan terhadap para pengrajin rotan dan industri rotan agar dapat mengolah rotan-rotan tersebut menjadi barang jadi bernilai tinggi yang dapat diekspor," kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Ketua DPR juga mendorong Kemendag untuk memberikan kemudahan kepada industri rotan dalam perizinan ekspor dan membuka pasar rotan baru, sehingga industri rotan tidak hanya bergantung pada pasar dalam negeri. **