Bank

DPR Minta BI dan Perbankan Perketat Perlindungan Data Nasabah

Ketua DPR Bambang Soesatyo KOMPAS

Jakarta 16/7 (Asatunews.co.id) — Data dari hasil survei Pricewaterhouse Cooper (PwC) menyebutkan,terdapat 14% bank yang kehilangan US$1 juta akibat serangan siber dan 1% merugi hingga US$100 juta (52 responden dari 43 bank di Indonesia).

Atas temuan itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi XI DPR untuk mendorong Bank Indonesia (BI) dan Perbankan untuk memperhatikan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 40 untuk menjaga kerahasiaan keterangan mengenai nasabah dan melakukan evaluasi terhadap IT Perbankan serta melakukan pemetaan dan strategi terhadap bagian data yang mudah untuk diserang/dicuri, agar dilakukan peningkatan terhadap perlindungan sistem data tersebut, mengingat data-data yang ada di bank merupakan milik konsumen yang tidak boleh disebarluaskan atau dijual kepada siapa pun.

“Meminta Komisi III DPR mendorong Kepolisian RI untuk melakukan kajian serta penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa tersebut, apakah terdapat unsur tindak pidana perbankan atau tindak pidana umum yang dilakukan oleh peretas yang mengakibatkan kerugian perbankan,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Ketua DPR juga meminta Komisi XI DPR mendorong Perbankan untuk melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama yang memiliki keahlian di bidang teknologi, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. (*)

3,135 total views, 3 views today

To Top