DPR Meminta Pemerintah Kaji Kebutuhan Gula Sebelum Memutuskan untuk Impor

Ketua DPR Bambang Soesatyo JITUNEWS

Jakarta 18/7 (Asatunews.co.id) — Pemerintah berencana mengimpor gula mentah (raw sugar) untuk memenuhi ketersediaan gula dalam negeri. Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi IV DPR dan Komisi VI DPR mendorong Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengkaji kebutuhan gula mentah dalam negeri sebelum melakukan impor, serta memperhatikan stok gula saat ini dan masa panen tebu, agar impor gula mentah yang dilakukan tidak merugikan para petani tebu.

“Meminta Komisi VI DPR mendorong Kemenperin dan Kemendag untuk mengawasi pelaksanaan impor gula mentah berjalan sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 643 tahun 2002 tentang Tata Niaga Impor Gula, ” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta Rabu (18/7/2018).

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Komisi IV DPR dan Komisi VI DPR mendorong Kementan dan Kemenperin untuk melakukan ekstensifikasi lahan tebu serta mendesak pengusaha agar melakukan revitalisasi pabrik gula, guna mendorong Indonesia mencapai swasembada gula konsumsi dan gula industri.

“Meminta Komisi IV DPR mendorong Kementan mencari solusi atas permasalahan yang dialami petani tebu seperti kurangnya lahan tanam tebu, sulitnya mendapatkan bibit tebu unggul, permasalahan irigasi, dan pupuk tanaman tebu, agar dapat meningkatkan produksi gula dan diiringi dengan kesejahteraan petani, di samping banyaknya petani yang beralih menjadi petani padi,” demikian Ketua DPR. (***)

1,173 total views, 1 views today