DPR Dorong Pemerintah Tekan Terus Angka Kemiskinan, Meratakan Pembangunan

Ketua DPR Bambang Soesatyo AKURATNEWS

Jakarta 17/7 (Asatunews.co.id) — Tingkat kemiskinan di Indonesia menurun menjadi 9,82 persen (data Badan Pusat Statistik/BPS, Maret 2018) dari 10,12 persen (data BPS, September 2017). Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi VIII DPR dan Komisi XI DPR mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) untuk terus berupaya menekan jumlah kemiskinan di Indonesia dan pemerataan pembangunan.

“Mengingat salah satu faktor masih tingginya angka kemiskinan akibat belum meratanya pembangunan terutama di wilayah Indonesia bagian timur,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Komisi VIII DPR mendorong Kemensos melakukan evaluasi terhadap program pengentasan kemiskinan yang berjalan saat ini, terutama tingkat kemiskinan di desa mengingat pemerintah sudah menganggarkan dana yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Meminta Komisi II DPR mendorong Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meningkatkan pengawasan dan pendampingan dalam mengelola dana desa baik dari sisi administrasi maupun dalam pelaksanaan program-program untuk memberdayakan masyarakat desa,” tambah Bamsoet

Mantan Ketua Komisi III DPR ini juga meminta Komisi VIII DPR mendorong Kemensos untuk terus melakukan pendataan keluarga yang berhak menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) serta memperketat persyaratan keluarga penerima manfaat PKH, agar program pengentasan kemiskinan tersebut dapat tepat sasaran pada tahun berikutnya.

“Meminta Komisi IX DPR mendorong Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk dapat membuka lapangan pekerjaan serta membantu pemasaran hasil produksinya,” kata Ketua DPR.

Juga meminta Pemerintah untuk terus menjaga stabilitas harga pangan guna menjaga daya beli masyarakat, mengingat naiknya harga komoditas utama (beras, gula, daging sapi, serta telur, dan daging ayam) dapat menurunkan daya beli masyarakat. (**)

204 total views, 2 views today