DPR Desak Kemendikbud Pantau dan Jamin MOS Tanpa Perundungan

Ketua DPR Bambang Soesatyo TAGARNEWS

Jakarta 17/7 (Asatunews.co.id) — Seluruh sekolah di Indonesia memasuki Tahun Ajaran Baru 2018/2019 yang masa orientasinya dimulai dari tanggal 16-18 Juli 2018. Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi X DPR mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendesak Dinas Pendidikan untuk terus memantau dan menjamin pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru berjalan aman, ramah dan nyaman bagi siswa, tanpa adanya perundungan/perploncoan (bullying) ataupun kekerasan.

“Juga harus memastikan suasana kelas kondusif dan penuh kekeluargaan sesuai dengan program pendidikan karakter yang dicanangkan Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru,” kata Bamsoet dalam. Pernyataan di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengimbau kepada pihak sekolah agar tidak terjadi perundungan/perploncoan (bullying) dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) pada setiap tahun ajaran baru, mengingat MOS seharusnya dapat menjadi momen penting bagi siswa baru dalam mengaktualisasi diri dengan lingkungan sekolah.

“Mengimbau agar para orangtua siswa/i untuk turut berperan aktif dalam proses pendidikan anak dan selalu memperhatikan anak terutama di lingkungan baru, serta membangun komunikasi erat antara lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat,” demikian Ketua DPR.(**)

272 total views, 1 views today