Blue Bird Akan Remajakan Armada Taksi-nya

Armada Taksi Blue Bird Jenis MPV

ASATUNEWS.CO.ID—Blue Bird merencakan peremajaan armada sekitar tiga hingga empat ribu taksi pada tahun ini. Sebagian besar armada rencananya akan diubah menjadi kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV).

Direktur Blue Bird Sandy Permadi mengatakan perusahaan menggunakan sebagian besar belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini untuk peremajaan armada. “Jadi, memang sampai April ini sudah investasi sebesar Rp250 miliar,” ujarnya, Kamis (24/5).

Sementara, total armada yang sudah diremajakan sejauh ini baru sebanyak 1.000 kendaraan. Perusahaan masih akan terus memantau perkembangan kebutuhan peremajaan setiap bulannya. “Nanti dari perkembangan bulan ke bulan kami akan lihat lagi kebutuhan persisnya,” jelas Sandy.

Sandy enggan menyebut total belanja modal yang dialokasikan. Soalnya, rencana peremajaan masih dalam tahap kajian internal perusahaan. “Kami juga masih negosiasi dengan pihak prinsipal (untuk peremajaan kendaraan) jadi kami belum bisa disclose (memaparkan),” terang dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Purnomo Prawiro memaparkan total armada yang dimiliki perusahaan saat ini berjumlah 29 ribu unit. Jumlah itu terdiri dari berbagai jenis kendaraan dan produk.

Mayoritas armada perusahaan atau 22 ribu kendaraan diperuntukkan sebagai taksi reguler, kemudian 900 armada dijadikan taksi eksekutif, lima ribu armada berupa limosin untuk bisnis sewa mobil, dan sisanya 500 armada untuk bisnis bis.

Banyak Dipesan Online
Dari sisi bisnis, Direktur Sigit Priawan Djokosoetono menyebut pemesanan taksi melalui aplikasi My Blue Bird terus meningkat hingga Mei 2018. Hal ini dipicu oleh berbagai promosi yang diberikan oleh Blue Bird dalam aplikasi tersebut.

“Tren meningkat cukup signifikan karena trennya online dan Blue Bird sendiri sudah mempersiapkan peningkatan tersebut,” tuturnya. Kendati pesanan online meningkat, perusahaan transportasi ini belum berniat untuk membuat dompet elektronik (e-wallet) dalam aplikasi My Blue Bird seperti Go-Jek yang memiliki fasilitas Gopay dan Grab dengan Grab Pay-nya.

“Karena kami fokus pada layanan fitur di transportasi, e-wallet kami lihatnya kepada finansial, jadi kami melihatnya menambah pembayaran dari nontunai misalnya kartu kredit dan lain-lain,” jelas Sigit.

Terkait proyeksi kinerja 2018, Direktur Adrianto Djokosoetono menyatakan masih cukup optimistis meski persaingan semakin ketat di berbagai kota di luar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). []

CNNINDONESIA

2,178 total views, 2 views today