10 Kapal Nelayan Vietnam Ditangkap, Ketua DPR: Tindak Tegas

Ketua DPR Bambang Soesatyo MANADO TRIBUNNEWS

ASATUNEWS.CO.ID— Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi III DPR mendorong aparat keamanan untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam pencurian ikan sesuai dengan hukum yang berlaku, mengingat kasus pencurian ikan di perairan Indonesia sudah terjadi berulang dan kapal ilegal pencuri ikan tersebut selalu menggunakan alat tangkap yang dilarang yaitu dobel pukat harimau (pair trawl);

Penegasan ini terkait dengan ditangkapnya 10 kapal nelayan berbendera Vietnam di perairan Indonesia di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Laut Natuna Utara tanpa dilengkapi dengan dokumen Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) sah dari pemerintah Indonesia yang melakukan pencurian ikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan bersama Badan Keamanan Laut RI, kemarin.

“Meminta Komisi IV DPR mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan instansi-instansi terkait untuk melakukan pembagian daerah patroli atau pengawasan terintegrasi dengan semua lembaga serta melakukan reformasi birokrasi laut agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan seperti praktik suap dan pungutan liar,” kata Bamsoet dalam pernyataan di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Politisi Partai Golkar ini meminta Komisi I DPR mendorong Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) untuk berkoordinasi dengan Polisi Air dan KKP dalam meningkatkan keamanan dan pengawasan Teritorial Laut Indonesia, terutama wilayah perairan yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.

“Meminta Komisi IV DPR mendorong KKP untuk bersikap tegas terhadap kapal yang teridentifikasi melakukan illegal fishing, guna memberikan efek jera serta mencegah kasus pencurian ikan terjadi berulang,” pungkas Bamsoet. (**)

260 total views, 2 views today